31 Juli 2008

10 Tahun

31 Juli 2008
Sepuluh tahun pas kami menjalani pernikahan
Ketika itu kami menjalani ijab kabul untuk mensahkan hubungan kami
Menjadi suami dan istri

Banyak kekagetan-kekagetan yang kami temui
Karena kami mengenal satu sama lain
Setelah pernikahan itu
Pernikahan yang Insya Allah mendapat keberkahan dari ALLAH SWT

Kami menjalani pacaran dalam pernikahan
Mengenal satu sama lain perlahan dalam kecanggungan
Oh... ini toh pasangan hidup saya
Pasangan yang dipilih oleh kami dan tentunya dengan izin ALLAH

Sepuluh tahun sudah
Kami menjalani pernikahan ini
Banyak suka dan juga rintangan yang menghalang
Tapi kami tetap istiqomah dan bersabar berharap hanya pada ALLAH

Ya Allah, hanya padaMu kami meminta dan bergantung
Berilah kami keturunan yang sholeh dan sholehah
Istri yang sholehah
Serta jadikan kami sebagai pemimpin bagi keluarga kami

Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama
"Wahai Tuhan kami berilah kami, istri-istri dan keluarga kami sebagai keluarga yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang mukmin"

Rabbana atina fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanatan waqina 'azabannar
"Wahai Tuhan kami, berilah kami di dunia dan di akhirat kebaikan dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka"

...Amin

25 Juli 2008

1 bulan

Hmmm… dah lama juga gak updet blog, kebiasaan males untuk menulis datang lagi. Walau sebenarnya ada lintasan-lintasan ide atau pikiran untuk bahan tulisan, tapi hilang begitu saja karena tidak langsung ditulis.

Tapi bagaimanapun blog ini harus terus diisi, agar kelihatan bahwa saya membuat blog juga untuk menyalurkan pikiran-pikiran saya yang terlintas atau mendengar dan melihat serta merasakan adanya suatu kejadian atau peristiwa.

Ok deh, saya juga lagi bingung nih mau nulis apa, walau sebenarnya saya juga udah nulis, tuh paragrap diatas, kan tulisan juga (he…he…he…).

Ya udah dulu deh, saya tutup tulisan saya. Tar saya sambung lagi dengan tulisan yang lain.

30 Juni 2008

Pernikahan

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21)

Hmm… Ayat diatas begitu populernya karena banyak dicetak di undangan-undangan pernikahan.

Yah…. Dalam minggu ini saya keundangan dua buah undangan pernikahan teman, yang satu ikhwan (laki-laki) dan satunya akhwat (perempuan). Alhamdulillah. Saya hanya bisa berdoa : “Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberkahimu dan mudah-mudahan Allah mengekalkan berkah atasmu serta menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan.”

Teringat ketika dulu saya menikah dengan calon istri, begitu sederhana dan mungkin terlalu sederhana. Karena menikah ketika saya baru beberapa hari diterima jadi pegawai negeri di sebuah instansi pemerintah. Tapi saya merasa berbahagia dengan pernikahan tersebut.

Memang sudah sepuluh tahun kami menikah. Tapi entah kenapa selalu ada rasa malu atau jengah bila bermesraan atau bergandengan tangan di muka umum. Entahlah sudah berulang kali kami selalu mencoba mesra di luar rumah, tapi perasaan jengah itu selalu muncul. Dan yang lebih merasa malu adalah istri saya. Ia selalu tersipu malu (ehm..) bila saya mencoba mengandeng tangannya atau mencoba merayu dia agar mesra kepada saya di hadapan umum, atau bila saya berangkat kerja dan mencium bibir istri (ehm…), kembali ia akan tersenyum malu-malu dan menundukkan wajahnya dari hadapan saya. Yah, akhirnya saya juga ikut-ikutan malu karena melihat istri yang malu-malu menerima perlakuan dari saya.

Mudah-mudahan pernikahan kami yang telah lama ini diberikan barokah dan dijadikan keluarga yang sakinah mawaddah dan diberikan rohmah-Nya. Amin. (terima kasih ya ALLAh, Kau telah berikan hamba istri yang solehah dan anak-anak yang soleh dan solehah)

05 Mei 2008

Mari Tingkatkan

Tatkala azan subuh berkumandang memecah kesunyian malam seraya membangunkan kita. Pada saat itu ada yang merasa senang terbangunkan, ada yang biasa-biasa saja, namun tidak sedikit yang merasa terganggu dan bahkan ada yang sampai membenci. Padahal dia seorang muslim.

Sekarang posisi kita tergolong yang bagaimana jika mendengar azan subuh berkumandang. Tergolong yang merasa bahagia untuk kemudian bergegas ke masjid, atau yang biasa-biasa saja yang kemudian tidur kembali karena biasa shalat dirumah jam 5 atau jam 5.30. Atau yang merasa terganggu karena memang tak pernah atau jarang shalat subuh. Atau yang terakhir yang membenci dikarenakan begitu jauhnya dengan ajaran agama, namun tetap mengaku muslim?

Terlepas dimanapun posisi kita berada, mari kita tingkatkan penyikapan kita terhadap panggilan azan subuh. Jika sampai membenci, tingkatkan sekedar terganggu, jika merasa terganggu tingkatkan jadi biasa saja, jika biasa saja tingkatkan segera bergegas ke masjid, dan jika bergegas ke masjid setelah azan, tingkatkan menjadi sudah berada dimasjid sebelum azan berkumandang. Peningkatan ini berlaku bagi shalat-shalat lainnya serta hal-hal lain, seperti baca Al-Quran, berinfak, belajar, bekerja dan lain-lain. Semoga.

Dari Ibnu Mas’ud ra. Rasulullah saw. Bersabda : “Sepeninggalanku akan ada orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan ada pula hal-hal yang diingkarinya.” Para sahabat bertanya : “Wahai… Rasulullah, apa yang harus kami lakukan?” Beliau menjawab : “Kamu harus menyampaikan kebenaran yang kamu ketahui dan memohonlah kepada Allah agar kamu mendapatkan hakmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(sumber:kalender islami)

18 Maret 2008

Yaa Rasulullah (menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1429H)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab : 21)

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmu
'Kan pasti mengalir air mataku
Karena pancaran ketenanganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kukucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkahmu

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Tak pernah kutatap wajahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kami rindu padamu

Allahumma sholli 'alaa Muhammad
Ya Robbi sholli 'alaihi wassalim

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kudakap dirimu
Tiada kata yang dapat aku ucapkan
Hanya Tuhan saja yang tahu

Kutahu cintamu kepada ummat
Umati umati
Kutahu bimbangnya kau tentang kami
Syafa'atkan kami

Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah
Kurniakanlah syafa'atmu
(Yaa Rasulallah-Raihan)

14 Maret 2008

Macet Dua

Hari Rabu kemarin
Pulang seperti biasa
Ternyata hari itu hujan deras
Jalanan macet, karena hujan deras dan... banjir

Sungai di daerah Pakubuwono yang puluhan tahun tidak banjir
Hari itu banjir dan menggenangi jalan
Menyebabkan kendaraan antri
Untuk lewat atau berputar arah
Jadilah saya harus bersabar menunggu

Belum macet di mana-mana
Di titik pertemuan kendaraan
Macet tambah parah dan memanjang
Menambah gerah untuk selalu bersabar

Akhirnya...
Setelah tujuh jam duduk di bus
Sampailah saya di rumah, jam sebelas malam
Akhirnya saya langsung sholat maghrib dan isya
Alhamdulillah...

06 Maret 2008

Macet

Kemarin sore pulang kerja macet total
Jalan sepanjang Thamrin – Sudirman macet, kiri dan kanan jalan
Entah kenapa
Jalur busway pun macet karena adanya kendaraan lain yang masuk jalurnya
Emang sih sore itu pas hujan deras
Tapi biasanya tak semacet itu
Sampai akhirnya tiba di rumah dah lewat Maghrib

Setelah sholat Maghrib
Harus mengantar anak yang paling kecil untuk pergi ke klinik
Dah dua hari badannya panas dan susah makan
Dengan diiringi hujan gerimis tapi deras, sampailah di klinik Gerai Sehat Mandiri
Harus antri karena ternyata dah banyak pasien yang lebih dulu datang
Kebanyakan anak-anak kecil, ada juga orang dewasa
Alhamdulillah selesai juga diperiksa, dikasih obat dan langsung pulang

Biasanya kalau anak atau istri sakit
Saya selalu mengucapkan doa untuk orang sakit
Kemudian saya tiup seluruh badan yang sakit dari kepala sampai kaki
Berharap datangnya kesembuhan
Karena hanya ALLAH-lah yang memberi kesembuhan

"Wahai Allah Tuhan bagi manusia, hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya), sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."