22 September 2008
22 Ramadhan 1429 H
Tanpa terasa puasa tinggal +/- 8 hari lagi. Padahal rasanya baru kemarin saya merasakan masuk bulan Ramadhan, sekarang Ramadhan segera akan berakhir.
Betapa semua itu sangat membuat saya bersedih, padahal saya merasakan belum ada amal yang bisa saya kerjakan di bulan Ramadhan ini.
Dan saya merasakan belum banyak perubahan pada diri yang mengarah ke amal yang lebih baik dari Ramadhan tahun lalu.
Ya Allah...
Janganlah Kau jauhkan hamba dari nikmatnya shaum di bulan Ramadhan
Berilah hamba kemampuan untuk memaksimalkan hari-hari yang tersisa
untuk memperbanyak amal-amal yang lebih baik dari hari yang lalu
Berilah hamba kenikmatan untuk selalu membaca ayat-ayatMu, alQuranul Karim
Berilah hamba kekuatan untuk mengisi malam-malam Ramadhan, dengan bermunajat kepadaMu
dan kalaupun Ramadhan telah berakhir, maka berilah hamba kesempatan untuk bertemu kembali
Ya Allah...
Hamba bukanlah sekaliber para sahabat Nabi
yang menginginkan seluruh bulan adalah Ramadhan
hamba hanya menginginkan agar bisa merasakan lezatnya mengisi Ramadhan
dengan selalu mengisi dengan amal-amal shalih, dengan selalu mengharap ridhoMu
karena tanpa ridhoMu, tiadalah arti amal-amal yang hamba kerjakan
Ya Allah...
terimalah doa hamba
karena hanya Engkaulah yang mengabulkan doa-doa hambaMu
Amin...
04 September 2008
Tanggal 4 Ramadhan 1429 H
tidak terasa puasa sudah berjalan empat hari
begitu cepat waktu berlalu
entah sudah benarkah puasa saya
atau sudahkah saya mendapat berkah dari puasa yang saya jalani
Ah.. entahlah
saya tidak memikirkan hal tersebut
saya hanya merasa
seperti tahun-tahun sebelumnya
bahwa tiap sudah memasuki bulan ramadhan
hari-harinya begitu cepat berlalu
Saya sering berpikir
apakah sudah amal-amal yang saya kerjakan
mendapat pahala dari Allah SWT
atau bahkan tidak ada atau sedikit saja amal-amal yang saya kerjakan
mendapat balasan dari Allah SWT
sedangkan hari-hari Ramadhan terus saja bergerak
sedangkan saya tidak bisa mengulang
hari yang telah berlalu
Ya Allah
berilah hamba kekuatan dan keikhlasan
dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini
bimbinglah hamba agar dapat mengisi bulan Ramadhan ini
dengan amal-amal yang dapat menghantarkan hamba
untuk dapat menggapai ridhoMu
Ya Allah
terimalah doa hamba
Amin...
14 Agustus 2008
Menjelang Ramadhan
Ya Allah anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan rajab dan sya'ban serta sampaikanlah kami ke bulan ramadhan.
Ya Allah...
Tidak terasa bulan Ramadhan yang penuh berkah akan menjelang
Bulan dimana diturunkan segala keberkahan bagi umatNYa
Yang menjalankan shoum dengan keikhlasan
Ya Allah...
Berikanlah hamba keikhlasan dan kekuatan
Untuk menjalankan shoum di bulan Ramadhan
Sehingga dapat menggapai pahala dan ridhoMu
Amin
...
31 Juli 2008
10 Tahun
Sepuluh tahun pas kami menjalani pernikahan
Ketika itu kami menjalani ijab kabul untuk mensahkan hubungan kami
Menjadi suami dan istri
Banyak kekagetan-kekagetan yang kami temui
Karena kami mengenal satu sama lain
Setelah pernikahan itu
Pernikahan yang Insya Allah mendapat keberkahan dari ALLAH SWT
Kami menjalani pacaran dalam pernikahan
Mengenal satu sama lain perlahan dalam kecanggungan
Oh... ini toh pasangan hidup saya
Pasangan yang dipilih oleh kami dan tentunya dengan izin ALLAH
Sepuluh tahun sudah
Kami menjalani pernikahan ini
Banyak suka dan juga rintangan yang menghalang
Tapi kami tetap istiqomah dan bersabar berharap hanya pada ALLAH
Ya Allah, hanya padaMu kami meminta dan bergantung
Berilah kami keturunan yang sholeh dan sholehah
Istri yang sholehah
Serta jadikan kami sebagai pemimpin bagi keluarga kami
Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama
"Wahai Tuhan kami berilah kami, istri-istri dan keluarga kami sebagai keluarga yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang mukmin"
Rabbana atina fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanatan waqina 'azabannar
"Wahai Tuhan kami, berilah kami di dunia dan di akhirat kebaikan dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka"
...Amin
25 Juli 2008
1 bulan
Tapi bagaimanapun blog ini harus terus diisi, agar kelihatan bahwa saya membuat blog juga untuk menyalurkan pikiran-pikiran saya yang terlintas atau mendengar dan melihat serta merasakan adanya suatu kejadian atau peristiwa.
Ok deh, saya juga lagi bingung nih mau nulis apa, walau sebenarnya saya juga udah nulis, tuh paragrap diatas, kan tulisan juga (he…he…he…).
Ya udah dulu deh, saya tutup tulisan saya. Tar saya sambung lagi dengan tulisan yang lain.
30 Juni 2008
Pernikahan
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21)
Hmm… Ayat diatas begitu populernya karena banyak dicetak di undangan-undangan pernikahan.
Yah…. Dalam minggu ini saya keundangan dua buah undangan pernikahan teman, yang satu ikhwan (laki-laki) dan satunya akhwat (perempuan). Alhamdulillah. Saya hanya bisa berdoa : “Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberkahimu dan mudah-mudahan Allah mengekalkan berkah atasmu serta menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan.”
Teringat ketika dulu saya menikah dengan calon istri, begitu sederhana dan mungkin terlalu sederhana. Karena menikah ketika saya baru beberapa hari diterima jadi pegawai negeri di sebuah instansi pemerintah. Tapi saya merasa berbahagia dengan pernikahan tersebut.
Memang sudah sepuluh tahun kami menikah. Tapi entah kenapa selalu ada rasa malu atau jengah bila bermesraan atau bergandengan tangan di muka umum. Entahlah sudah berulang kali kami selalu mencoba mesra di luar rumah, tapi perasaan jengah itu selalu muncul. Dan yang lebih merasa malu adalah istri saya. Ia selalu tersipu malu (ehm..) bila saya mencoba mengandeng tangannya atau mencoba merayu dia agar mesra kepada saya di hadapan umum, atau bila saya berangkat kerja dan mencium bibir istri (ehm…), kembali ia akan tersenyum malu-malu dan menundukkan wajahnya dari hadapan saya. Yah, akhirnya saya juga ikut-ikutan malu karena melihat istri yang malu-malu menerima perlakuan dari saya.
Mudah-mudahan pernikahan kami yang telah lama ini diberikan barokah dan dijadikan keluarga yang sakinah mawaddah dan diberikan rohmah-Nya. Amin. (terima kasih ya ALLAh, Kau telah berikan hamba istri yang solehah dan anak-anak yang soleh dan solehah)
05 Mei 2008
Mari Tingkatkan
Sekarang posisi kita tergolong yang bagaimana jika mendengar azan subuh berkumandang. Tergolong yang merasa bahagia untuk kemudian bergegas ke masjid, atau yang biasa-biasa saja yang kemudian tidur kembali karena biasa shalat dirumah jam 5 atau jam 5.30. Atau yang merasa terganggu karena memang tak pernah atau jarang shalat subuh. Atau yang terakhir yang membenci dikarenakan begitu jauhnya dengan ajaran agama, namun tetap mengaku muslim?
Terlepas dimanapun posisi kita berada, mari kita tingkatkan penyikapan kita terhadap panggilan azan subuh. Jika sampai membenci, tingkatkan sekedar terganggu, jika merasa terganggu tingkatkan jadi biasa saja, jika biasa saja tingkatkan segera bergegas ke masjid, dan jika bergegas ke masjid setelah azan, tingkatkan menjadi sudah berada dimasjid sebelum azan berkumandang. Peningkatan ini berlaku bagi shalat-shalat lainnya serta hal-hal lain, seperti baca Al-Quran, berinfak, belajar, bekerja dan lain-lain. Semoga.
Dari Ibnu Mas’ud ra. Rasulullah saw. Bersabda : “Sepeninggalanku akan ada orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan ada pula hal-hal yang diingkarinya.” Para sahabat bertanya : “Wahai… Rasulullah, apa yang harus kami lakukan?” Beliau menjawab : “Kamu harus menyampaikan kebenaran yang kamu ketahui dan memohonlah kepada Allah agar kamu mendapatkan hakmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
(sumber:kalender islami)